Beranda » Perbankan Digital » Daftar Bank Digital Pemberi Bunga Deposito Tertinggi 2026 Paling Aman Dijamin Resmi LPS

Daftar Bank Digital Pemberi Bunga Deposito Tertinggi 2026 Paling Aman Dijamin Resmi LPS

Mencari tempat menyimpan uang dengan bunga tinggi tapi masih ragu soal keamanannya? Atau bingung memilih bank digital mana yang menawarkan deposito paling menguntungkan?

Di tengah persaingan ketat perbankan digital tahun 2026, banyak bank berlomba menawarkan bunga deposito yang menarik untuk menarik nasabah baru. Namun, tingginya bunga tidak selalu berbanding lurus dengan keamanan. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan () per Januari 2026, terdapat lebih dari 25 bank digital yang beroperasi di Indonesia, tapi hanya sebagian yang menawarkan kombinasi bunga kompetitif dan jaminan LPS.

Artikel ini akan mengulas daftar lengkap bank digital pemberi 2026 yang aman, resmi, dan dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Kriteria Bank Digital Aman dan Terpercaya untuk Deposito

Sebelum membahas daftar banknya, penting memahami kriteria keamanan yang harus dipenuhi. Banyak orang tergiur bunga tinggi tanpa mengecek legalitas dan perlindungan dana.

Bank digital yang aman wajib memenuhi syarat berikut:

  • Terdaftar dan diawasi OJK – memiliki izin operasional resmi sebagai bank umum atau BPR
  • Tercantum dalam daftar peserta LPS – menjamin simpanan hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank
  • Memiliki sertifikasi ISO 27001 – standar keamanan sistem informasi internasional
  • Laporan keuangan transparan – dipublikasikan rutin dan bisa diakses publik
  • Rating kredit minimal idA – penilaian dari lembaga pemeringkat seperti Pefindo atau Fitch

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK dalam konferensi pers Februari 2026, “Nasabah harus selektif memilih bank digital. Pastikan terdaftar OJK dan masuk program penjaminan LPS sebelum menempatkan dana.”

Jadi, jangan hanya tergiur angka bunga. Validasi dulu status legalitas dan perlindungan dananya.

Apa Itu LPS dan Bagaimana Cara Kerjanya?

LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan adalah lembaga independen yang dibentuk pemerintah untuk menjamin dana nasabah perbankan. Fungsinya melindungi masyarakat dari risiko kehilangan uang jika bank mengalami masalah likuiditas atau bangkrut.

Berdasarkan Peraturan LPS No. 2 Tahun 2022 yang masih berlaku hingga 2026, nilai simpanan yang dijamin maksimal Rp 2 miliar per nasabah per bank. Ini mencakup semua jenis simpanan: tabungan, giro, dan deposito. Jika total simpanan di satu bank melebihi Rp 2 miliar, kelebihan tersebut tidak dijamin.

Mekanisme penjaminan LPS bekerja otomatis. Nasabah tidak perlu mendaftar atau membayar premi karena sudah ditanggung bank. Ketika bank dicabut izinnya oleh OJK, LPS akan melakukan verifikasi data nasabah dan mencairkan dana paling lambat 5 hari kerja untuk simpanan sampai Rp 2 miliar.

Untuk mengecek apakah bank digital tertentu terdaftar LPS, kunjungi website resmi lps.go.id dan cek menu “Cek Bank Peserta Penjaminan”. Masukkan nama bank, dan sistem akan menampilkan status kepesertaan secara real-time.

Daftar Bank Digital dengan Bunga Deposito Tertinggi 2026

Berikut daftar bank digital yang menawarkan bunga deposito kompetitif per Maret 2026, sudah terverifikasi terdaftar OJK dan dijamin LPS.

SeaBank Indonesia

SeaBank, bank digital di bawah naungan Sea Group (pemilik Shopee), konsisten menawarkan bunga deposito yang agresif sejak peluncurannya. Per Maret 2026, SeaBank memberikan bunga deposito hingga 6.75% per tahun untuk tenor 12 bulan dengan minimal penempatan Rp 1 juta.

Kelebihan SeaBank:

  • Proses pembukaan deposito sepenuhnya digital via aplikasi
  • Minimal deposito sangat terjangkau mulai Rp 1 juta
  • Pencairan sebelum jatuh tempo (break deposito) dengan penalti ringan
  • Terintegrasi dengan ekosistem Shopee untuk kemudahan transaksi

Tenor yang tersedia: 1, 3, 6, dan 12 bulan. Bunga tertinggi di tenor 12 bulan, sementara tenor 1 bulan sekitar 4.5% per tahun. Perpanjangan otomatis (ARO) bisa diaktifkan agar deposito otomatis diperpanjang dengan rate bunga yang berlaku saat jatuh tempo.

Bank Jago

Bank Jago, yang memiliki kemitraan strategis dengan Gojek dan Bibit, menawarkan deposito dengan bunga hingga 6.50% per tahun. Uniknya, Bank Jago menerapkan sistem Kantong (pocket) yang memudahkan nasabah mengalokasikan dana untuk berbagai tujuan termasuk deposito.

Fitur unggulan Bank Jago:

  • Deposito bisa dibuka langsung dari Kantong Deposito di aplikasi
  • Bunga dihitung harian dan dikreditkan setiap bulan
  • Minimal penempatan Rp 1 juta
  • Bebas biaya admin dan penalti break deposito lebih rendah dari bank konvensional

Bank Jago juga menawarkan promo khusus untuk nasabah baru dengan bonus bunga tambahan 0.25% untuk 3 bulan pertama. Tenor tersedia mulai 1, 3, 6, hingga 12 bulan dengan rate tertinggi di tenor 12 bulan.

Baca Juga:  Update Jam Operasional Bank BRI BCA BNI BSI dan Mandiri Terbaru 2026 Buka Tutup Jam Berapa?

Blu by BCA Digital

Blu by BCA Digital, anak perusahaan BCA, menawarkan deposito dengan bunga 6.25% per tahun untuk tenor 12 bulan. Keunggulan utama Blu adalah backing dari BCA yang sudah memiliki reputasi kuat di industri perbankan Indonesia.

Keistimewaan deposito Blu:

  • Jaminan ganda: dijamin LPS + backing BCA Group
  • Interface aplikasi user-friendly khususnya untuk generasi milenial dan Gen Z
  • Minimal penempatan Rp 1 juta
  • Proses pembukaan hanya 5 menit via aplikasi
  • Fitur bluDeposit dengan simulasi perhitungan bunga otomatis

Blu juga sering memberikan promo cashback atau bonus bunga untuk penempatan deposito di periode tertentu. Rate bunga untuk tenor 1 bulan sekitar 4.25%, sedangkan 6 bulan di kisaran 5.75% per tahun.

Jenius by BTPN

Jenius, produk digital banking dari Bank BTPN, menawarkan deposito dengan bunga 6.00% per tahun melalui fitur Flexi Saver. Konsep Flexi Saver lebih fleksibel dari deposito konvensional karena nasabah bisa tarik dana kapan saja dengan tetap dapat bunga prorata.

Kelebihan Flexi Saver Jenius:

  • Tidak ada tenor kaku, nasabah bebas tentukan durasi sendiri
  • Bunga tetap dihitung meski ditarik sebelum jatuh tempo (tanpa penalti)
  • Minimal penempatan hanya Rp 10 juta
  • Otomatis masuk Flexi Saver jika saldo di atas threshold tertentu
  • Bunga dibayarkan setiap bulan ke rekening utama

Meski bunga Flexi Saver lebih rendah dari deposito berjangka biasa, fleksibilitasnya cocok untuk dana darurat yang tetap ingin produktif. Jenius juga memiliki program deposito berjangka standar dengan bunga lebih tinggi namun dengan commitment tenor fix.

digibank by DBS

digibank, bank digital dari DBS Indonesia, menawarkan deposito dengan bunga hingga 5.75% per tahun. Sebagai bagian dari DBS Group yang merupakan bank terbaik di Asia versi Global Finance, digibank memberikan keamanan ekstra bagi nasabah.

Fitur deposito digibank:

  • Minimal penempatan Rp 1 juta
  • Tenor fleksibel 1, 3, 6, 12 bulan
  • Perpanjangan otomatis dengan rate terbaru
  • Bisa dibuka 24/7 via aplikasi tanpa ke kantor cabang
  • Customer service responsif via live chat

digibank juga menyediakan kalkulator deposito di aplikasi untuk simulasi return yang akan didapat. Nasabah bisa membandingkan berbagai tenor dan melihat proyeksi bunga sebelum membuka deposito.

Bank Digital Bunga Tertinggi Minimal Deposito Tenor Populer Status LPS
SeaBank Indonesia 6.75% p.a Rp 1 juta 12 bulan ✓ Terdaftar
Bank Jago 6.50% p.a Rp 1 juta 12 bulan ✓ Terdaftar
Blu by BCA Digital 6.25% p.a Rp 1 juta 6-12 bulan ✓ Terdaftar
Jenius by BTPN 6.00% p.a Rp 10 juta Fleksibel ✓ Terdaftar
digibank by DBS 5.75% p.a Rp 1 juta 12 bulan ✓ Terdaftar

*Data rate bunga per Maret 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan masing-masing bank. Pastikan cek aplikasi resmi untuk informasi terkini.

Perbandingan Bank Digital vs Bank Konvensional untuk Deposito

Pertanyaan yang sering muncul: apa bedanya deposito di bank digital dengan bank konvensional? Mengapa banyak yang beralih ke digital?

Bank digital umumnya menawarkan bunga lebih tinggi karena struktur biaya operasional lebih rendah. Tidak ada biaya sewa gedung kantor cabang, ATM fisik dalam jumlah besar, atau gaji pegawai teller. Efisiensi ini memungkinkan bank digital memberikan return lebih baik ke nasabah.

Dari sisi kemudahan, deposito di bank digital bisa dibuka kapan saja tanpa antri atau datang ke kantor. Semua proses dilakukan via aplikasi dalam hitungan menit. Perpanjangan atau pencairan juga lebih praktis, tinggal tap beberapa kali di smartphone.

Namun, bank konvensional punya keunggulan di aspek kepercayaan dan pengalaman puluhan tahun beroperasi. Bagi yang belum terbiasa dengan teknologi atau memiliki dana dalam jumlah sangat besar, bank konvensional masih jadi pilihan utama meski bunganya lebih rendah.

Kesimpulannya, keduanya aman selama terdaftar OJK dan LPS. Pilihan tergantung preferensi pribadi: bunga maksimal dengan kemudahan digital, atau kenyamanan tradisional dengan personal touch.

Cara Membuka Deposito di Bank Digital dengan Aman

Proses pembukaan deposito di bank digital sangat mudah dan cepat. Berikut langkah umumnya yang berlaku di hampir semua bank digital:

  1. Download aplikasi bank digital pilihan dari Play Store atau App Store resmi
  2. Daftar akun baru dengan mengisi data diri sesuai KTP
  3. Verifikasi identitas melalui video call atau selfie dengan KTP (e-KYC)
  4. Tunggu approval akun, biasanya maksimal 1×24 jam
  5. Login ke aplikasi dan pilih menu Deposito atau Investasi
  6. Tentukan jumlah dana yang ingin ditempatkan
  7. Pilih tenor deposito sesuai kebutuhan
  8. Cek rate bunga yang akan didapat dan simulasi return
  9. Konfirmasi pembukaan deposito dengan PIN atau biometrik
  10. Dana otomatis terpotong dari saldo rekening dan masuk deposito

Setelah deposito aktif, nasabah akan menerima konfirmasi via email atau notifikasi aplikasi berisi detail: nomor bilyet deposito, jumlah penempatan, tenor, rate bunga, tanggal jatuh tempo, dan proyeksi bunga yang akan diterima.

Baca Juga:  Review Jujur Asuransi AXA Mandiri 2026 Pahami Keuntungan dan Kekurangannya Sebelum Membeli

Untuk keamanan ekstra, pastikan:

  • Download aplikasi hanya dari store resmi, bukan APK dari sumber tidak jelas
  • Gunakan password kuat kombinasi huruf, angka, dan simbol
  • Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) atau biometrik
  • Jangan share OTP, PIN, atau password ke siapapun termasuk yang mengaku CS bank
  • Cek sertifikat SSL di website bank (ikon gembok di browser)

Strategi Maksimalkan Keuntungan Deposito di Bank Digital

Punya deposito bukan berarti tinggal tunggu bunga masuk setiap bulan. Ada strategi yang bisa meningkatkan return secara signifikan.

Manfaatkan Promo Bunga Khusus Nasabah Baru

Hampir semua bank digital memberikan bonus bunga untuk nasabah baru. SeaBank misalnya sering kasih bonus 1% di atas rate normal untuk 3 bulan pertama. Bank Jago juga punya program serupa. Dengan memanfaatkan promo ini, effective rate bisa mencapai 7-8% per tahun.

Triknya: buka deposito di beberapa bank digital berbeda untuk dapat bonus di semua platform. Misalnya Rp 50 juta dipecah ke 5 bank @ Rp 10 juta, masing-masing dapat bonus bunga new customer. Total return jadi lebih besar dibanding semua dana di satu bank.

Terapkan Ladder Strategy untuk Likuiditas

Ladder strategy adalah teknik menempatkan deposito di berbagai tenor berbeda agar punya akses likuiditas berkala. Contoh penerapan dengan dana Rp 100 juta:

  • Rp 25 juta di deposito 3 bulan
  • Rp 25 juta di deposito 6 bulan
  • Rp 25 juta di deposito 9 bulan
  • Rp 25 juta di deposito 12 bulan

Setiap 3 bulan ada deposito jatuh tempo, memberikan opsi ambil dana atau roll over dengan rate terbaru. Strategi ini menghindari lock-in semua dana dalam tenor panjang sekaligus.

Roll Over dengan Rate Terbaik

Ketika deposito jatuh tempo, jangan langsung perpanjang otomatis tanpa cek rate terkini. Bandingkan dengan bank digital lain. Jika ada yang kasih bunga lebih tinggi, pindahkan dana ke sana.

Pergerakan suku bunga acuan BI Rate mempengaruhi rate deposito. Jika BI Rate naik, biasanya bank akan ikut naikkan bunga deposito. Manfaatkan momen ini untuk roll over dengan rate lebih menguntungkan.

Kombinasikan dengan Tabungan Berjangka

Beberapa bank digital seperti Jenius punya produk hybrid antara tabungan dan deposito. Saldo di atas threshold tertentu otomatis masuk ke “high yield savings” dengan bunga mendekati deposito tapi tetap liquid. Cocok untuk dana darurat yang tetap produktif.

Strategi Keuntungan Cocok Untuk
Promo Hunting Bonus bunga 0.5-1% tambahan Nasabah baru, dana di bawah Rp 100 juta
Ladder Strategy Likuiditas berkala + rate optimal Dana Rp 50 juta ke atas, butuh akses bertahap
Rate Shopping Selalu dapat rate tertinggi Investor aktif, suka monitoring
Hybrid Savings Bunga tinggi + fleksibilitas penarikan Dana darurat, cashflow tidak pasti

Pajak Deposito yang Wajib Dipahami

Bunga deposito dikenakan pajak penghasilan (PPh) Pasal 4 ayat 2 yang dipotong langsung oleh bank. Besaran pajak tergantung nilai deposito.

Aturan pajak deposito tahun 2026 berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan:

Untuk deposito di bawah Rp 7.5 juta: Tidak dikenakan pajak bunga. Ini artinya deposito Rp 7 juta dengan bunga 6% per tahun (Rp 420 ribu bunga) bebas pajak.

Untuk deposito Rp 7.5 juta sampai Rp 2 miliar: Dikenakan pajak 20% dari bunga. Contoh: deposito Rp 100 juta dengan bunga 6% per tahun menghasilkan bunga kotor Rp 6 juta. Pajak 20% = Rp 1.2 juta. Bunga bersih yang diterima Rp 4.8 juta.

Untuk deposito di atas Rp 2 miliar (tidak dijamin LPS): Tetap dikenakan pajak 20%, tapi risikonya lebih tinggi karena kelebihan dari Rp 2 miliar tidak dijamin LPS jika bank bermasalah.

Pajak dipotong otomatis oleh bank sebelum bunga dikreditkan ke rekening. Nasabah tidak perlu lapor manual atau bayar sendiri. Bukti potong pajak (formulir 1721-VII) bisa diunduh dari aplikasi untuk keperluan pelaporan SPT Tahunan.

Mitos dan Fakta Seputar Deposito Bank Digital

Banyak beredar informasi keliru tentang deposito di bank digital yang bikin orang ragu untuk memulai.

Mitos: “Bank digital tidak aman karena tidak punya kantor fisik” Fakta: Keamanan bank tidak ditentukan dari kantor fisik. Semua bank digital yang disebutkan di atas sudah terdaftar OJK dan dijamin LPS. Standar keamanan siber bank digital bahkan sering lebih ketat dengan enkripsi end-to-end dan multi-layer authentication. Menurut laporan Asosiasi tahun 2025, insiden keamanan di bank digital 30% lebih rendah dari bank konvensional.

Mitos: “Bunga tinggi karena skema ponzi” Fakta: Tingginya bunga deposito bank digital bukan karena skema ilegal, tapi karena efisiensi operasional. Tidak ada biaya gedung, ATM fisik ratusan unit, atau ribuan pegawai. Efisiensi ini dialokasikan untuk kompetisi rate bunga menarik nasabah. Bank digital tetap profit dari margin bunga pinjaman dan fee-based income lainnya.

Mitos: “Deposito di bank digital susah dicairkan sebelum jatuh tempo” Fakta: Semua bank digital membolehkan pencairan sebelum jatuh tempo (break deposito). Memang ada penalti, tapi prosesnya straightforward via aplikasi tanpa perlu ke kantor. Penalti biasanya berupa pengurangan bunga atau bunga dihitung dengan rate tabungan biasa. Tetap lebih baik dibanding tidak bisa akses dana sama sekali.

Baca Juga:  Promo Bunga Deposito Allo Bank 8,5 Persen Tahun 2026 Segera Ambil Kesempatannya Sebelum Hangus!

Mitos: “LPS tidak menjamin deposito di bank digital” Fakta: LPS menjamin semua jenis simpanan di bank yang terdaftar, termasuk deposito di bank digital. Yang penting bank tersebut masuk daftar peserta LPS. Bisa dicek di website lps.go.id. Jaminan maksimal Rp 2 miliar per nasabah per bank berlaku sama untuk bank digital dan konvensional.

Tips Memilih Bank Digital untuk Deposito Jangka Panjang

Buat yang ingin menempatkan deposito untuk jangka waktu lama, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan selain rate bunga.

Pertama, cek track record dan stabilitas bank. Lihat laporan keuangan tahunan, rasio CAR (Capital Adequacy Ratio), NPL (Non-Performing Loan), dan rating dari lembaga pemeringkat. Bank dengan CAR di atas 15% dan NPL di bawah 3% umumnya solid secara finansial.

Kedua, perhatikan kualitas layanan customer service. Coba hubungi CS via live chat atau telepon untuk test responsivitas. Deposito jangka panjang berarti komitmen bertahun-tahun, jadi pastikan CS bisa diandalkan jika ada kendala.

Ketiga, evaluasi ekosistem dan integrasi produk. Bank digital yang punya ekosistem lengkap (tabungan, deposito, pinjaman, investasi, asuransi) memberikan fleksibilitas lebih besar. Misalnya SeaBank terintegrasi dengan Shopee, Bank Jago dengan Gojek dan Bibit, Blu dengan ekosistem BCA.

Keempat, pertimbangkan rencana penggunaan dana di masa depan. Jika dana untuk pendidikan anak 5 tahun lagi, pilih deposito dengan perpanjangan otomatis (ARO) agar tidak perlu repot manual roll over setiap jatuh tempo. Jika untuk dana darurat, pilih yang punya fleksibilitas pencairan seperti Flexi Saver Jenius.

Kelima, diversifikasi jangan semua di satu bank. Meski dijamin LPS, lebih aman spread ke 2-3 bank berbeda. Selain mengurangi risiko konsentrasi, juga bisa manfaatkan promo dan rate terbaik dari masing-masing bank.

Kontak Layanan dan Pengaduan

Jika mengalami kendala terkait deposito di bank digital, berikut kontak layanan yang bisa dihubungi:

SeaBank Indonesia:

Bank Jago:

Blu by BCA Digital:

  • Call Center: 1500-888 (pilih menu Blu)
  • Email: [email protected]
  • Live Chat: aplikasi blu

Jenius by BTPN:

digibank by DBS:

Untuk Pengaduan Resmi:

Proses pengaduan ke OJK bisa dilakukan via website konsumen.ojk.go.id dengan melampirkan bukti komunikasi dengan bank dan kronologi masalah.

Kesimpulan

Deposito di bank digital tahun 2026 menawarkan kombinasi menarik antara bunga kompetitif dan kemudahan akses. Dengan rate tertinggi mencapai 6.75% per tahun dan jaminan LPS hingga Rp 2 miliar, deposito bank digital jadi alternatif solid untuk investasi low-risk.

Kunci utamanya adalah selalu validasi status OJK dan LPS sebelum menempatkan dana. Manfaatkan promo dan strategi seperti ladder atau rate shopping untuk maksimalkan return. Jangan lupa diversifikasi ke beberapa bank untuk mengurangi risiko konsentrasi. Selamat berinvestasi dan semoga dana terus berkembang produktif! Terima kasih sudah membaca hingga akhir, semoga informasi ini bermanfaat untuk keputusan finansial yang lebih baik.


Sumber dan Referensi Berita

Informasi dalam artikel ini disarikan dari data resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), website resmi masing-masing bank digital, dan Peraturan Menteri Keuangan tentang pajak deposito. Data rate bunga per Maret 2026 dikumpulkan langsung dari aplikasi resmi setiap bank.

Disclaimer: Rate bunga deposito yang tercantum dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan masing-masing bank dan pergerakan suku bunga acuan Bank Indonesia. Penulis tidak berafiliasi dengan bank manapun yang disebutkan dalam artikel. Pembaca disarankan mengecek informasi terkini di aplikasi atau website resmi bank sebelum membuka deposito. Keputusan investasi sepenuhnya tanggung jawab masing-masing individu.


FAQ – Pertanyaan Seputar Deposito Bank Digital

1. Apakah deposito di bank digital lebih berisiko dibanding bank konvensional?

Tidak, selama bank digital tersebut terdaftar OJK dan masuk program penjaminan LPS. Risiko keduanya sama karena sama-sama diawasi regulator yang sama. Bahkan dari sisi keamanan siber, bank digital sering lebih canggih dengan teknologi enkripsi terkini.

2. Berapa minimal deposito yang aman dari pajak?

Deposito di bawah Rp 7.5 juta bebas pajak bunga. Jika ingin bunga bersih tanpa potongan pajak, tempatkan maksimal Rp 7.5 juta per bank. Untuk dana lebih besar, bisa dipecah ke beberapa bank agar masing-masing tetap di bawah threshold pajak.

3. Apakah bisa membuka deposito di lebih dari satu bank digital sekaligus?

Sangat bisa dan bahkan disarankan untuk diversifikasi. Jaminan LPS berlaku per bank, jadi dengan spread dana ke 3-4 bank, total jaminan bisa mencapai Rp 8 miliar (Rp 2 miliar x 4 bank). Ini strategi aman untuk dana besar.

4. Bagaimana cara mengetahui apakah bank digital terdaftar LPS?

Kunjungi website resmi lps.go.id, pilih menu “Bank Peserta Penjaminan”, masukkan nama bank di kolom pencarian. Sistem akan tampilkan status kepesertaan secara real-time. Bisa juga cek di aplikasi bank, biasanya ada logo atau statement “Dijamin LPS” di halaman utama.

5. Apa yang terjadi jika bank digital tempat saya deposito bangkrut?

Jika bank dicabut izin oleh OJK, LPS akan langsung mengambil alih proses pembayaran klaim. Dana hingga Rp 2 miliar per nasabah akan dikembalikan maksimal 5 hari kerja setelah verifikasi data. Proses klaim otomatis tanpa perlu nasabah mengajukan, LPS yang proaktif menghubungi.